Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Berbasis Dakwah dan Pemberdayaan Remaja di Desa Opo

Authors

  • Amiruddin Amiruddin Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia Author
  • Satriani Satriani Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia Author
  • Baso Sahrul Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia Author
  • Narwin Narwin Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia Author
  • Novia Aprilia Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia Author
  • Muh Ibnul Sabil N Program Studi Akidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushluhuddin dan Dakwah, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia Author
  • Ilal Hamdi Ajrul Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia Author
  • Risma Risma Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.51806/ngabdi.v4i1.90

Keywords:

edukasi, pernikahan dini, dakwah, pemberdayaan remaja

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan sosial yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah pedesaan Indonesia. Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Opo, dengan fokus pada edukasi pencegahan pernikahan dini berbasis pendekatan dakwah dan pemberdayaan remaja. Kegiatan PkM ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi wawancara mendalam dengan lima narasumber kunci (Imam Desa, Pejabat Desa, Kepala Madrasah, dan dua tokoh masyarakat), penyuluhan, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pernikahan dini di Desa Opo dipengaruhi oleh faktor ekonomi keluarga, kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan bebas remaja, serta kehamilan di luar nikah. Meskipun angka pernikahan dini cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir, praktik ini masih terjadi dengan alasan yang kompleks. Luaran kegiatan PkM meliputi peningkatan pemahaman masyarakat tentang dampak negatif pernikahan dini, terbentuknya kesepakatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah desa, tokoh agama, dan lembaga pendidikan, serta tersusunnya rekomendasi program pencegahan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Pendekatan dakwah oleh tokoh agama terbukti menjadi strategi yang paling diterima masyarakat dibandingkan pendekatan legal-formal

Downloads

Published

11-07-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Berbasis Dakwah dan Pemberdayaan Remaja di Desa Opo. (2026). Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 24-29. https://doi.org/10.51806/ngabdi.v4i1.90

Similar Articles

1-10 of 22

You may also start an advanced similarity search for this article.